Semarang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah menggelar Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 Tingkat Provinsi Jawa Tengah di Pantai Tirang, Kota Semarang, Sabtu (6/6/2026).
Mengusung tema nasional “Saatnya Bekerja untuk Iklim”, peringatan tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat aksi nyata dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi tantangan perubahan iklim yang dampaknya semakin dirasakan, termasuk di Jawa Tengah.
Kegiatan puncak dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, jajaran Forkopimda, pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, kepala perangkat daerah, instansi vertikal, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas lingkungan, pelajar, mahasiswa, serta berbagai unsur masyarakat lainnya.
Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 tidak hanya berlangsung di Pantai Tirang sebagai lokasi utama kegiatan. Seluruh pemerintah kabupaten/kota se-Jawa Tengah turut mengikuti kegiatan secara daring sekaligus menyelenggarakan berbagai aksi lingkungan di daerah masing-masing, sehingga semangat peringatan Hari Lingkungan Hidup dapat dirasakan secara serentak di seluruh wilayah Jawa Tengah.
Sebagai implementasi tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim”, berbagai kegiatan dilaksanakan secara serentak di 35 kabupaten/kota, mulai dari kerja bakti lingkungan, aksi pungut sampah bersama, hingga layanan uji emisi kendaraan gratis yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, komunitas, pelajar, mahasiswa, dan masyarakat.
Salah satu agenda utama tahun ini adalah pelaksanaan Program Mageri Segoro melalui penanaman mangrove dan tanaman pantai secara serentak. Sebanyak 92.290 bibit ditanam di 16 lokasi yang tersebar pada 16 kabupaten/kota pesisir Jawa Tengah sebagai upaya memperkuat perlindungan kawasan pantai, mengurangi risiko abrasi, dan meningkatkan ketahanan wilayah pesisir terhadap dampak perubahan iklim.
Komitmen tersebut terus menunjukkan hasil positif. Hingga Mei 2026, realisasi penanaman Program Mageri Segoro telah mencapai 324.295 bibit di 17 kabupaten/kota pesisir Jawa Tengah dan ditargetkan mencapai 1.012.000 bibit pada akhir tahun 2026.
Puncak peringatan di Pantai Tirang diikuti sekitar 700 peserta dari berbagai unsur pemerintah, TNI/Polri, dunia usaha, organisasi masyarakat, kelompok pegiat lingkungan, pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum. Kehadiran berbagai pihak tersebut menjadi bukti bahwa upaya menjaga lingkungan dan menghadapi perubahan iklim membutuhkan kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan.
Melalui momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengajak seluruh masyarakat untuk terus mengambil peran dalam menjaga lingkungan, mulai dari langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari hingga partisipasi aktif dalam berbagai program pelestarian lingkungan.
Saatnya bekerja untuk iklim. Saatnya bertindak untuk lingkungan. Saatnya menjaga masa depan Jawa Tengah bersama-sama.




