DLHK Jateng

Menanam untuk Kehidupan, Merawat untuk Masa Depan

Magelang, 12 Februari 2025 Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan imbuhan air tanah di daerah tangkapan air, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah mengadakan kegiatan penanaman pohon pada Rabu, 12 Februari 2025 di Desa Ketundan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang. Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Kelompok Tani Hutan (KTH) Tapak Sembrani, dan Unit Pengelola Teknis Kementerian Kehutanan Balai Taman Nasional Gunung Merbabu.

Desa yang berada di lereng barat Gunung Merbabu ini masuk dalam daerah penyangga Taman Nasional Gunung Merbabu, terletak pada ketinggian 1.340 mdpl dengan rata-rata kelerengan lahan antara 15 – 70 %. Masyarakat desa yang sebagian besar adalah petani, memanfaatkan lahan untuk budidaya tanaman semusim secara intensif. Kondisi tersebut mengakibatkan tutupan lahan yang minim, serta erosi dan sedimentasi lahan yang cukup tinggi. Dengan pertimbangan tersebut Desa Ketundan dipilih menjadi daerah prioritas penanganan rehabilitasi lahan.Dalam kegiatan penanaman ini, sebanyak 1.350 bibit pohon berhasil ditanam di lahan milik anggota Kelompok Tani Hutan Tapak Sembrani seluas kurang lebih 6,75 hektar. Jenis pohon yang ditanam mencakup bibit pohon Puspa 400 bibit, Alpukat 350 bibit, Jeruk keprok 300 bibit, dan Jambu kristal 300 bibit, jenis bibit atau pohon yang dipilih berdasarkan kesesuaian lahan, manfaat pohon, dan kebutuhan masyarakat.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, melalui Plt. Kepala CDK Wilayah IX Christiana Pudjilestari, SP.,M.Si dalam arahannya menyampaikan bahwa bibit-bibit yang ditanam  diharapkan dapat bermanfaat tidak hanya untuk ekologi namun juga dapat membantu meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar hutan. Melalui kegiatan ini, kami berharap bantuan bibit yang diserahkan dapat ditanam dan dipelihara dengan baik agar dapat dipetik manfaatnya baik secara ekologis maupun ekonomis.

Selain penanaman pohon, kegiatan ini juga disertai dengan sesi diskusi mengenai pentingnya penghijauan lingkungan dan pemantauan bibit yang telah ditanam. Seperti disampaikan Kepala Seksi Rehabilitasi Konservasi Sumberdaya Alam RKSDA, Sulistyo Wibowo, S.Hut, pemeliharaan dan penandaan secara digital (geotaggingGeotagging adalah teknologi yang menambahkan informasi lokasi geografis ke dalam konten digital. Teknologi ini dapat diterapkan pada foto, video, situs web, pesan teks, dan kode QR bibit pohon yang telah ditanam adalah bagian dari upaya meningkatkan keberhasilan penanaman. Partisipasi aktif dari KTH Tapak Sembrani sangat diharapkan untuk dapat memastikan keberlangsungan dan pertumbuhan bibit pohon yang telah ditanam. Dalam diskusi tersebut, Plt. Kasi PPPH juga menambahkan bahwa penanaman pohon penghijauan lingkungan ini sangat penting untuk konservasi tanah dan air. Pohon-pohon yang tumbuh nantinya akan memberikan manfaat untuk masyarakat luas dari hulu hingga hilir dalam menjaga dan memenuhi ketersediaan air. Kepala Seksi Wilayah II Balai Taman Nasional Gunung Merbabu yang juga turut serta hadir dalam kegiatan ini, menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah.

Desa Ketundan yang merupakan salah satu desa penyangga Taman Nasional Gunung Merbabu, dapat mengajukan usulan kegiatan untuk peningkatan kesejahteraan melalui bantuan ekonomi produktif dan kegiatan lainnya. Sebagai langkah keberlanjutan, KTH Tapak Sembrani telah siap melakukan pemeliharaan secara berkala terhadap pertumbuhan pohon-pohon tersebut dan melakukan geotagging pada bibit yang ditanam untuk mendukung keberhasilan kegiatan penghijauan lingkungan di desanya. Dengan adanya kegiatan yang didukung oleh berbagai pihak, diharapkan minat dan kesadaran masyarakat untuk menanam tanaman kehutanan di lahan budidaya semakin meningkat dan memberikan dampak pada peningkatan ekonomi masyarakat.

Scroll to Top