Baturraden, 5 Februari 2025 Sebanyak 220 siswa SMA Negeri 1 Baturraden mengikuti kegiatan Wisata Flora di Kebun Raya Baturraden pada tanggal 3 s.d 4 Februari tahun 2025 dalam rangka pembelajaran berbasis lingkungan. Kunjungan ini bertujuan untuk mengenalkan keanekaragaman hayati serta memberikan pemahaman mendalam tentang konservasi tumbuhan melalui berbagai kegiatan edukatif. Selama kunjungan, para siswa diajak menjelajahi koleksi tumbuhan khas Kebun Raya Baturraden serta mengunjungi beberapa fasilitas konservasi seperti Rumah Anggrek, Rumah Nepenthes, Pembibitan Tanaman, dan Rumah Kompos. Mereka mendapatkan wawasan mengenai tata cara perawatan dan pengembangbiakan tanaman, termasuk teknik budidaya anggrek dan kantong semar (Nepenthes) yang menjadi ikon konservasi di kawasan tersebut.
Selain pembelajaran secara teori, para siswa juga berkesempatan untuk melakukan praktik langsung melalui pelatihan pembuatan Kokodama dan aklimatisasi anggrek. Kokodama adalah teknik membentuk media tanam berbasis bola tanah dan cocofiber, yang tidak hanya estetis tetapi juga mendukung konsep pertanian berkelanjutan. Sementara itu, aklimatisasi anggrek mengajarkan siswa tentang proses adaptasi tanaman sebelum ditanam di Pot/alam. Menurut pihak sekolah, kegiatan ini merupakan bagian dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), yang menekankan pembelajaran berbasis pengalaman langsung di alam. “Kami ingin siswa tidak hanya belajar dari buku, tetapi juga merasakan sendiri bagaimana pentingnya pelestarian lingkungan. Harapannya, mereka bisa lebih peduli terhadap flora dan keanekaragaman hayati,” ujar salah satu guru pendamping.

Pihak Kebun Raya Baturraden menyambut baik kegiatan ini dan berharap semakin banyak sekolah yang memanfaatkan kebun raya sebagai sarana edukasi lingkungan. Kepala Balai Kebun Raya Baturraden, Priyono, S.Hut, menyampaikan bahwa Kebun raya Baturraden selalu terbuka untuk kegiatan edukasi seperti ini, Kebun Raya Baturraden tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga laboratorium alam bagi generasi muda untuk mengenal lebih dekat dunia tumbuhan dan konservasi, Kegiatan ini ditutup dengan refleksi bersama, di mana para siswa berbagi pengalaman dan wawasan yang mereka peroleh. Dengan adanya program ini, diharapkan kesadaran generasi muda terhadap pelestarian lingkungan semakin meningkat, serta mampu menerapkan ilmu yang didapat dalam kehidupan sehari-hari.

