BIMBINGAN TEKNIS PEMBINAAN KINERJA PENGELOLAAN INDUSTRI (PROPER) PERIODE JULI 2017-JUNI 2018

BIMBINGAN TEKNIS PEMBINAAN KINERJA PENGELOLAAN INDUSTRI (PROPER) PERIODE JULI 2017-JUNI 2018

Magelang, 3 Mei 2018. Bimbingan Teknis Pembinaan Kinerja Pengelolaan Industri (PROPER) Periode Juli 2017-Juni 2018 mengundang 116 perusahaan peserta PROPER. Pelaksanan penilaian tahun 2018 dilaksanakan dengan cara pengawasan langsung dan penilaian mandiri (self assesment). Aspek penilaian untuk perusahaanpeserta PROPER di Provinsi Jawa Tengah meliputi evaluasi pelaksanaan izin lingkungan, pengendalian pencemaran air, pengendalian pencemaran udara dan pengelolaan limbah B3. Dari 116 perusahaan peserta PROPER di Provinsi Jawa Tengah 40 perusahaan dilaksanakan pengawasan langsung oleh Dinas LHK Provinsi Jawa Tengah dan 76 perusahaan dilaksanakan penilaian mandiri (selft a ssesment). Materi Bimtek disampaikan oleh personil dari Dinas LHK Provinsi Jawa Tengah. Beberapa kriteria baru dalam pelaksanaan PROPER 2017-2018 adalah sebagai berikut :

A. Izin Lingkungan

Melakukan pemantauan kualitas air dan udara ambien bagi perusahaan yang diwajibkan.

B. Pengendalian Pencemaran Air

  1. Memiliki izin pembuangan air limbah domestik.
  2. Status kepemilikan pengajuan izin pembuangan air limbah yang masih dalam proses.
  3. Melakukan identifikasi seluruh jenis air limbah yg dihasilkan (limbah proses/air pendingin/air limbah drainase/air limbah utilitas/limbah domestik, dan lainnya).
  4. Melakukan Identifikasi terhadap sumber-sumber air limbah, & cara pengolahannya (Kriteria Baru).
  5. Melakukan perhitungan beban pencemaran air limbah aktual dan persatuan produk.
  6. Bagi perusahaan yang sudah pernah mendapatkan sanksi administrasi dalam 1 – 2 tahun pada titik penaatan yang sama akan mendapat peringkat hitam.
  7. Tambahan ketentuan teknis bagi industri AMDK terkait pelaksanaan kegiatan pengambilan air.

C. Pengendalian Pencemaran Udara

  1. Melakukan pemantauan laju alir.
  2. Melaporkan perhitungan beban emisi udara.
  3. Melaporkan perhitungan gas rumah kaca yang dihasilkan bagi industri sesuai dengan peraturan yang berlaku.
  4. Memiliki sistem jaminan mutu dan pengendali mutu peralatan CEMS.
  5. Memiliki sertifikasi kalibrasi peralatan CEMS.
  6. Menggunakan jasa laboratorium yang terakreditasi dan teregritrasi di KLHK atau yang ditunjuk oleh Gubernur.
  7. Pengukuran emisi dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku (isokinetik).
  8. melakukan pencatatan penggunaan genset dan boiler jam/bulan yang berfungsi sebagai cadangan (back up).
  9. Melakukan audit energi bagi perusahaan dengan konsumsi energi ≥6000 TOE/tahun.
  10. Melakukan pemantauan udara ambien sesuai dengan lokasi yang ada izin lingkungan.

D. Pengelolaan Limbah B3

Aspek evaluasi dumping dan pengelolaan limbah B3 dengan cara tertentu diganti dengan aspek sistem tanggap darurat pengelolaan limbah B3.

E. Pelaporan

Perusahaan melakukan pelaporan pengelolaan lingkungan hidup melalui Sistem Pelaporan Pengelolaan Lingkungan Hidup (SIMPEL) yang dapat diakses melalui http://simpel.menlhk.go.id.

Sticky