CILACAP – Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, Widi Hartanto, ST, MT, mewakili Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memimpin langsung kegiatan penanaman pohon pascabencana tanah longsor di Dusun Tarukahan, Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Sabtu (14/2/2026).
Kegiatan ini merupakan langkah nyata rehabilitasi kawasan terdampak longsor yang terjadi pada 13 November 2025 dan menimbulkan korban jiwa serta kerusakan permukiman di Dusun Cibuyut dan Dusun Tarukahan, Desa Cibeunying. Penanganan pascabencana tidak berhenti pada bantuan darurat dan relokasi warga, tetapi harus dilanjutkan dengan pemulihan ekologis yang terencana dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Kepala DLHK menegaskan bahwa arahan Gubernur Jawa Tengah jelas, yakni memastikan kawasan bekas longsor dipulihkan dan dijaga agar tidak kembali menjadi titik rawan bencana. Rehabilitasi lahan melalui penanaman pohon dipandang sebagai investasi keselamatan jangka panjang bagi masyarakat.
Sebanyak 3.000 batang bibit pohon ditanam di lahan seluas kurang lebih 3 hektare milik masyarakat di Dusun Tarukahan. Jenis tanaman yang ditanam meliputi ketapang kencana, balsa, pete, jengkol, alpukat, matoa, jambu kristal, dan jambu biji. Penanaman dilakukan dengan pendekatan agroforestri yang memadukan tanaman konservasi dan tanaman produktif, sehingga selain memperkuat struktur tanah, meningkatkan daya serap air, dan menekan potensi longsor susulan, juga diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dalam kurun waktu 3–4 tahun mendatang.
Total kawasan terdampak longsor di Desa Cibeunying mencapai sekitar 12,5 hektare yang tersebar di dua dusun. Pemerintah Desa telah menetapkan area bekas longsor sebagai ruang terbuka hijau dan tidak diperkenankan kembali menjadi hunian. Warga terdampak telah difasilitasi hunian tetap di lahan kas desa sebagai bagian dari penataan ulang kawasan berbasis mitigasi risiko bencana.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Yayasan Amanah Peduli Umat (YAPU) Bandung dan Pemerintah Kecamatan Majenang, serta didukung unsur Forkopimcam, Pemerintah Kabupaten Cilacap, tokoh masyarakat, dan lebih dari 500 relawan dari berbagai komunitas peduli lingkungan, ASN, TNI/Polri, pelajar, hingga masyarakat sekitar. Sebelumnya, pada 26 Desember 2025 telah dilaksanakan penanaman tahap pertama sebanyak 1.250 batang bibit di Dusun Cibuyut.
Melalui gerakan bersama ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan bahwa rehabilitasi lingkungan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan berbasis ketahanan ekosistem dan keselamatan warga. Menanam pohon hari ini adalah menjaga kehidupan di masa depan.






