DLHK Jateng

Penanaman Bersama dan Pelepasliaran Satwa untuk Pelestarian Lingkungan di Perbukitan Menoreh, Purworejo

Purworejo — Upaya pelestarian lingkungan dan konservasi sumber daya alam terus didorong melalui kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan pihak swasta. Hal tersebut tercermin dalam kegiatan Penanaman Bersama dan Pelepasliaran Satwa yang dilaksanakan di kawasan Perbukitan Menoreh, Desa Jelok, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Senin (9/3).

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Komunitas Peduli Lingkungan Arum Dalu, Pemerintah Desa Jelok, dan Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah VIII Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah.

Dalam kegiatan tersebut dilakukan penanaman sekitar 500 batang bibit tanaman, yang terdiri dari 200 batang bibit pinang dan 300 batang bibit gayam. Selain itu, dilakukan pula penebaran 3.000 ekor ikan yang terdiri dari ikan mas dan ikan melem di aliran sungai setempat. Tidak hanya itu, sebanyak 128 ekor burung juga dilepasliarkan ke alam, yang terdiri dari 9 ekor tekukur, 9 ekor perkutut, 9 ekor merpati, dan 100 ekor burung pipit.

Penanaman bibit pinang dan gayam dilakukan untuk memperkuat sempadan Sungai Jelok yang menjadi salah satu sumber kehidupan masyarakat sekitar. Selain itu, penanaman juga bertujuan untuk mendukung konservasi daerah tangkapan air sehingga debit dan kualitas mata air di wilayah Desa Jelok tetap terjaga.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala CDK Wilayah VIII, Rina Handayani, S.P., M.Eng., bersama jajaran penyuluh kehutanan wilayah Kabupaten Purworejo, Pemerintah Desa Jelok, serta anggota Komunitas Peduli Lingkungan Arum Dalu.

Kepala Desa Jelok, Fery Sulistyo, menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan oleh komunitas dan seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi pelestarian alam, tetapi juga membantu menjaga keseimbangan ekosistem sungai melalui penebaran ikan di Kali Mongo.

Sementara itu, Koordinator Komunitas Arum Dalu Purworejo, Danan Jaya, menjelaskan bahwa komunitas Arum Dalu merupakan wadah bagi mantan anak jalanan yang kini berkomitmen untuk menempuh jalan kebaikan melalui berbagai kegiatan sosial dan pelestarian lingkungan.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari pihak swasta melalui fasilitasi penyediaan bibit oleh CV. Roshantira Kutowinangun, Kebumen.

Melalui kegiatan ini, Komunitas Arum Dalu bersama masyarakat Desa Jelok berharap kolaborasi dalam upaya pelestarian lingkungan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. Partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci penting dalam keberhasilan upaya pemulihan lingkungan serta pelestarian sumber daya hutan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top