DLHK Jateng

Apel Kesiapsiagaan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026

Boyolali, 24 Juni 2026 — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar Apel Kesiapsiagaan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 di Kabupaten Boyolali, Rabu (24/6). Kegiatan ini menjadi momentum penguatan sinergi antarinstansi dan pemangku kepentingan dalam menghadapi potensi meningkatnya kebakaran hutan dan lahan akibat siklus El Nino.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah, Heru Djatmika, S.Hut., M.S.E., menyampaikan bahwa Jawa Tengah memiliki sumber daya hutan seluas sekitar 1,38 juta hektare atau 42,56 persen dari total luas daratan provinsi. Luasan tersebut terdiri atas hutan negara sekitar 649 ribu hektare dan hutan rakyat sekitar 735 ribu hektare yang memiliki peran penting secara ekologis, ekonomi, dan sosial sehingga perlu dijaga dari ancaman kebakaran.

Pengalaman kebakaran hutan dan lahan yang terjadi pada tahun 2023 saat El Nino berkekuatan moderat hingga kuat harus menjadi pembelajaran bersama. Peristiwa tersebut menyebabkan kekeringan dan kebakaran di berbagai wilayah Jawa Tengah yang mengancam kelestarian hutan serta keselamatan masyarakat.

Ia menjelaskan, tahun 2026 menjadi awal siklus El Nino yang diperkirakan mencapai puncaknya pada 2027. Kondisi ini berpotensi memicu musim kemarau yang lebih panjang dan kering sehingga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan. Puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Jawa Tengah diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September 2026.

Pada 18 Juni 2026, telah digelar Rapat Koordinasi Khusus Pengendalian Karhutla yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan bersama Menteri Kehutanan. Dalam rapat tersebut ditekankan pentingnya pendekatan kolaboratif, dukungan sarana dan prasarana, pelibatan dunia usaha, penegakan hukum, serta penguatan upaya pencegahan sebagai strategi utama pengendalian karhutla.

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong berbagai langkah pencegahan, antara lain peningkatan pemantauan titik panas (hotspot), identifikasi wilayah rawan kebakaran, patroli rutin menjelang puncak kemarau, edukasi dan kampanye kepada masyarakat, kesiapan operasi pemadaman dini, penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, serta penguatan pengawasan dan penegakan hukum.

Beberapa arahan dan penekanan dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan di tahun 2026 antara lain: dalam pengendalian karhutla diperlukan pendekatan kolaboratif, bukan sektoral. Semua elemen harus bersinergi untuk bersama-sama melakukan aksi-aksi pengendalian karhutla. Dukungan sarana dan prasarana yang memadai dalam pengendalian karhutla. Pelibatan dunia usaha sangat penting dalam keberhasilan penanganan karhutla. Penegakan hukum yang tegas. Upaya pencegahan diutamakan dan memperkuat konsolidasi para pihak.

Keberhasilan pengendalian karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, aparat TNI-Polri, pengelola kawasan, relawan, hingga masyarakat. Sinergi yang terbangun harus diwujudkan dalam aksi nyata di tingkat lapangan agar upaya pencegahan dan penanganan kebakaran dapat berjalan efektif.

Apel ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bukti kesiapan dan komitmen bersama seluruh pihak untuk menjaga hutan dan lahan dari ancaman kebakaran. Pada kesempatan tersebut, DLHK Jawa Tengah juga menyampaikan apresiasi kepada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Kehutanan, pemerintah daerah, Perum Perhutani, perguruan tinggi, dunia usaha, relawan, dan kelompok masyarakat yang telah berkolaborasi dalam upaya pengendalian karhutla di Jawa Tengah.

Komitmen Bersama Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2026

Kami, seluruh elemen lingkup Provinsi Jawa Tengah, berkomitmen:

  1. Siap siaga menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.
  2. Memperkuat komunikasi dan kerja sama multipihak dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan.
  3. Melaksanakan aksi nyata bersama untuk mewujudkan Jawa Tengah bebas kebakaran hutan dan lahan.

Melalui tema “Satu Komitmen, Satu Aksi Nyata, Wujudkan Jawa Tengah Bebas Karhutla”, seluruh pihak diharapkan semakin siap menghadapi musim kemarau tahun ini dan mampu menjaga kelestarian hutan serta keselamatan masyarakat dari dampak kebakaran hutan dan lahan.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top