DLHK Jateng

Aksi Bersih Sampah Serentak Peringati Hari Peduli Sampah Nasional dan Launching Gerakan Jawa Tengah ASRI

Batang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi meluncurkan Gerakan Jawa Tengah ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) pada Selasa (24/2) di Pantai Jodo, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang. Kegiatan ini dirangkaikan dengan Aksi Bersih Sampah Serentak yang dipimpin Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dan diikuti serentak di 35 kabupaten/kota oleh para Bupati/Wali Kota. Selain bersih sampah, dilakukan pula penanaman pohon di kawasan pesisir sebagai simbol komitmen pelestarian lingkungan.

Gerakan ini merupakan tindak lanjut pencanangan Gerakan Indonesia ASRI oleh Presiden RI pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026. Implementasinya dilakukan melalui kerja bakti rutin dan masif di kantor, sekolah, pasar, terminal, stasiun, jalan, hingga ruang publik lainnya. Gubernur juga menerbitkan Surat Edaran Nomor 600.4/0001544 tanggal 19 Februari 2026 untuk menginstruksikan penguatan aksi bersih lingkungan, pengurangan sampah berbasis kearifan lokal, serta penerapan teknologi ramah lingkungan seperti waste to energy.

Permasalahan sampah di Jawa Tengah tergolong serius, dengan timbulan mencapai ±6,34 juta ton per tahun dan meningkat 8–11% setiap tahun. Lebih dari 60% sampah belum terkelola optimal sehingga banyak TPA mengalami over capacity. Hingga akhir 2025, 20 kabupaten/kota berada dalam pengawasan Kementerian Lingkungan Hidup, dengan 16 daerah dikenai sanksi administrasi karena masih menerapkan open dumping.

Sebagai solusi, pengolahan berbasis waste to energy terus dikembangkan, antara lain melalui PLTSa Putri Cempo di Surakarta, TPST Tritih Lor/Jeruk Legi Cilacap, TPA BLE Banyumas, dan TPST Pasuruan Kabupaten Magelang. Saat ini, 26 kabupaten/kota tengah bertransformasi menuju TPST berbasis RDF maupun PSEL regional.

Aksi di Pantai Jodo diikuti sekitar 350 peserta dari unsur pemerintah, TNI/Polri, badan usaha, pelajar, mahasiswa, dan masyarakat. Secara paralel, kegiatan serupa juga dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota untuk membersihkan kantor pemerintah, fasilitas umum, dan kawasan permukiman.

Sebagai bentuk komitmen bersama, kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, antara lain penyediaan dropbox sampah botol plastik dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, 16 unit tempat sampah pilah dan 250 bibit cemara laut dari PT Bhimasena Power Indonesia, serta 30 unit tempat sampah dari PT Kawasan Industri Terpadu Batang.

Melalui Gerakan Jawa Tengah ASRI, Pemprov Jateng menegaskan komitmen membangun budaya hidup bersih dan sistem pengelolaan sampah berkelanjutan berbasis kolaborasi dan inovasi teknologi demi terwujudnya Jawa Tengah yang aman, sehat, resik, dan indah.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top