PENANAMAN POHON MANGROVE PANTAI MARON PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2017 SEMARANG, 24 PEBRUARI 2017

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan

PENANAMAN POHON MANGROVE PANTAI MARON PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2017 SEMARANG, 24 PEBRUARI 2017

Hutan mangrove atau dikenal juga dengan sebutan ekosistem mangrove berada di kawasan pesisir. Hutan mangrove memiliki banyak manfaat bagi makhluk hidup yang ada di sekitarnya. Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi sumber daya mangrove yang sangat luas, yang bila dikelola dengan baik diharap akan memberi manfaat besar bagi kehidupan makhluk hidup di sekitarnya.

Beberapa tahun belakangan ini, kerusakan ekosistem mangrove terus terjadi. Kerusakan tersebut mengakibatkan terganggunya ekosistem Mangrove di daerah pesisir sehingga menyebabkan menurunnya fungsi Mangrove sebagai pencegah abrasi, pengatur tata air (mencegah intrusi air laut), pelestarian satwa asli berhabitat Mangrove, dan lain sebagainya. Disamping itu, akibat kerusakan ekosistem Mangrove menyebabkan menurunnya peran Mangrove sebagai habitat mikroorganisme yang menjadi makanan sehari-hari bagi ikan-ikan laut.

Keberadaan hutan mangrove di Jawa Tengah seluas 58.905,89 Ha dengan sebaran di Pantai Utara seluas 40.588,33 Ha dan sebaran di Pantai Selatan seluas 16.147,39 ha (16.079,90 Ha merupakan konsesi Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah dan seluas 7,5 Ha dibawah pengelolaan BKSDA Jateng). Dua per tiga dari ekosistem mangrove tersebut perlu dilakukan rehabilitasi, sebagian besar berada di wilayah pantai utara.

Salah satu upaya yang diperlukan untuk mengembalikan fungsi Mangrove adalah melalui aksi nyata penanaman dan pemeliharaan mangrove secara masal yang dilakukan oleh setiap komponen bangsa melalui rehabilitasi dan konservasi. Berbagai pihak seperti swasta, BUMN, BUMD , Perguruan Tinggi, sekolah-sekolah, organisasi kemasyarakatan sudah cukup banyak yang melakukan kegiatan perlindungan dan pelestarian ekosistem Mangrove di Provinsi Jawa Tengah, namun demikian kerusakan ekosistem mangrove masih terus terjadi, sehingga diperlukan upaya-upaya perbaikan kerusakan secara berkelanjutan.

Konservasi ekosistem wilayah pesisir dan laut (termasuk ekosistem mangrove) merupakan salah satu upaya yang telah dijabarkan dalam RPJMD Tahun 2013-2018 Provinsi Jawa Tengah, untuk mewujudkan program unggulan “Pembangunan Lingkungan Jawa Tengah Ijo Royo-Royo.” Namun demikian, dalam konteks membangun lingkungan Jawa Tengah “ijo royo-royo” bukan hanya terbatas pada pelaksanaan program pemerintah saja, namun bermakna lebih luas dan mendalam bahwa pola pikir, sikap dan perilaku yang terbangun antara rakyat, pemerintah dan wilayahnya adalah kesatuan rekat. Oleh karena itu, kesuksesan Program pembangunan lingkungan Jawa Tengah Ijo Royo-Royo sangat tergantung pada dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh komponen masyarakat Jawa Tengah dalam memelihara dan merawat lingkungan melalui penanaman dan pemeliharaan pohon pada lahan-lahan kritis, lahan tidak produktif dan areal yang berada di kawasan pesisir.

Dalam rangka Untuk lebih membangkitkan semangat, partisipasi, motivasi dan membudayakan seluruh komponen masyarakat untuk peduli terhadap masalah lingkungan hidup, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyambut baik dan memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia yang melalui program Corporate Social Responsibility-nya melaksanakan kegiatan penanaman mangrove di Pantai Maron Kota Semarang ini sebanyak 71.000 batang yang dibalut dalam program “Toyota Forest-Penanaman Pohon Mangrove”.

Pada kesempatan ini kami berharap seluruh peserta yang hadir di sini wajib menanam mangrove, dan kami mengucapkan terima kasih kepada Toyota Motor Manufacturing Indonesia diharapkan kegiatannya tidak hanya berhenti disini dan berkembang di bidang yang lain dan senantiasa memelihara serta menjaga kelestarian ekosistem mangrove di kawasan pesisir khususnya diwilayah Jawa Tengah.

Penanaman mangrove dalam rangka kegiatan Corporate Sosial Responsibility pihak Toyota Motor Manufacturing Indonesia Tahun 2017 ini, semoga sukses dan semua komponen mendukungnya sehingga bisa menumbuhkan kesadaran dan kepedulian kita kepada alam. Alam dan kita saling membutuhkan maka marilah kita menjaga alam kita tetap lestari untuk menuju “Jawa Tengah Sejahtera dan Berdikari, mboten korupsi mboten ngapusi”.

Berikan Komentar

Pelayanan Publik


Statistik Pengunjung
Hari ini 14
Kemarin 14
Bulan Ini417
Bulan Lalu479
Online 1
Semua Pengunjung 1677